KUPANG, NTT – Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 guncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Guncangan keras yang terjadi dalam hitungan detik tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, merusak berbagai infrastruktur serta bangunan pemukiman warga di sekitar lokasi bencana.
Dampak dari guncangan kuat ini mengakibatkan kerusakan pada pemukiman penduduk hingga tempat ibadah. Salah satu bangunan yang terdampak adalah tempat suci umat Hindu (Pura), di mana bagian gapura Candi Bentar mengalami keretakan serius serta beberapa ornamen ukiran beton dan material dinding runtuh ke area tangga halaman.
Petugas BPBD bersama aparat setempat dan warga kini bahu-membahu melakukan pendataan serta pembersihan puing-puing sisa material bangunan yang roboh. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan yang kondisinya sudah retak atau tidak stabil demi menjaga keselamatan jiwa.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengupayakan penanganan darurat serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi ini. Selain itu, inventarisasi terhadap fasilitas umum, tempat ibadah, dan rumah warga yang mengalami kerusakan berat terus dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi pascabencana.