Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dan Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (7/9/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Sidang Paripurna Kantor DPRD Bali, Denpasar.
Koster mengatakan penyampaian kedua dokumen anggaran tersebut secara bersamaan memiliki makna strategis. Perubahan APBD 2026 menjadi instrumen untuk menyesuaikan pelaksanaan anggaran dengan dinamika tahun berjalan, sedangkan APBD 2027 menjadi fondasi fiskal pembangunan Bali pada tahun berikutnya.
“Kedua dokumen tersebut harus dipandang sebagai satu kesatuan dalam menjaga kesinambungan pembangunan Bali,” kata Koster.
Menurut Koster, perekonomian Bali masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Namun, struktur ekonomi Bali yang banyak ditopang sektor pariwisata, mobilitas masyarakat, perdagangan, jasa, investasi dan aktivitas ekonomi global membuat Bali tetap sensitif terhadap perubahan eksternal.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah mengelola keuangan secara adaptif, hati-hati, efektif, efisien dan berorientasi pada hasil.
Pendapatan Bali 2026 Naik Jadi Rp6,6 Triliun
Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Bali direncanakan meningkat dari Rp6,5 triliun lebih menjadi Rp6,6 triliun lebih.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dari Rp4,2 triliun lebih menjadi Rp4,3 triliun lebih.
Kenaikan PAD antara lain berasal dari Retribusi Daerah yang mencapai Rp649 miliar lebih, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp257 miliar lebih, serta Lain-Lain PAD yang Sah sebesar Rp617 miliar lebih.
Koster mengatakan peningkatan kapasitas fiskal dilakukan melalui optimalisasi PAD, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, pemutakhiran basis data, digitalisasi pemungutan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Namun, ia menekankan peningkatan pendapatan tetap harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan dunia usaha.
“Karena itu, peningkatan pendapatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas belanja,” ujarnya.
Di sisi belanja, Perubahan APBD 2026 mengalami peningkatan dari Rp7,2 triliun lebih menjadi Rp7,5 triliun lebih.
Anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kewajiban daerah, memperkuat pelayanan publik, mendukung prioritas pembangunan serta membiayai program-program yang memiliki daya ungkit tinggi.
Bali Target Ekonomi Tumbuh 5,60-6,40 Persen pada 2027
Sementara untuk APBD Semesta Berencana 2027, Pemprov Bali menetapkan sejumlah target makro pembangunan dengan mempertimbangkan capaian pembangunan hingga semester I 2026.
Pertumbuhan ekonomi Bali pada 2027 ditargetkan berada pada kisaran 5,60-6,40 persen.
Tingkat kemiskinan ditargetkan berada di kisaran 2,75-3,40 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka ditargetkan sebesar 1,75-2,25 persen.
Koster mengatakan target tersebut akan ditempuh melalui program prioritas daerah yang berpihak kepada masyarakat sekaligus mendukung prioritas nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Tema pembangunan Bali 2027 ditetapkan “Akselerasi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali”.
Tema tersebut akan didukung pengelolaan APBD yang cermat dan efektif serta penggalian sumber-sumber pembiayaan lain secara lebih inovatif.
RAPBD 2027 Defisit Rp475 Miliar
Dalam RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2027, Pendapatan Daerah direncanakan mencapai Rp5,7 triliun lebih, dengan PAD sebesar Rp4,5 triliun lebih.
Sementara Belanja Daerah direncanakan mencapai Rp6,1 triliun lebih.
Dengan proyeksi tersebut, RAPBD Bali 2027 diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp475 miliar lebih atau sekitar 8,32 persen.
Koster berharap pembahasan kedua Raperda tersebut dapat berjalan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku hingga memperoleh persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Bali.
Ia menilai persetujuan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk memastikan pembangunan Bali tetap berjalan berkelanjutan pada 2026 dan 2027.