Ibu Putri Koster Dorong Sinergi WHDI Bali untuk Perkuat Pendidikan Karakter

Facebook
WhatsApp
Telegram

DENPASAR — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, mendorong penguatan sinergi dengan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali dalam bidang pendidikan karakter, pemahaman nilai-nilai agama Hindu, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat menerima audiensi jajaran WHDI Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (21/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Putri Koster menyatakan dukungannya terhadap keberadaan dan program WHDI Bali sebagai organisasi perempuan Hindu yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai dan ajaran agama Hindu.

Menurutnya, WHDI dapat menjadi ruang komunikasi dan edukasi bagi umat sekaligus berkontribusi dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat yang berlandaskan nilai agama.

“WHDI penting untuk terus tumbuh dan aktif di tengah masyarakat sebagai wadah komunikasi dan informasi mengenai ajaran agama Hindu. Dari sini kita dapat memperkuat pemahaman umat sekaligus membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Putri Koster.

Ia mengatakan pemahaman agama tidak cukup hanya diwujudkan melalui pengetahuan, tetapi juga perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui penerapan tata krama, sikap saling menghormati, dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

“Pemahaman agama harus mampu menjadi pegangan dalam kehidupan, termasuk bagaimana kita menjaga tata krama, perilaku, serta toleransi dalam hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Ketua WHDI Bali Tjokorda Istri Sri Ramaswati turut menyampaikan rencana pelaksanaan webinar bertajuk “Catur Guru”. Kegiatan tersebut menyasar generasi muda, khususnya pelajar SMP, SMA, dan SMK.

Webinar dirancang untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai Catur Guru di tengah perkembangan era digital. Pendidikan karakter tersebut juga diharapkan menjadi salah satu bekal bagi anak dan remaja dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk perundungan atau bullying.

“Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Catur Guru, kita berharap mereka memiliki pegangan dalam berpikir dan berperilaku sehingga tidak keluar dari koridor nilai-nilai agama,” ujar Sri Ramaswati.

Ia berharap pemahaman terhadap Catur Guru dapat membantu membentuk karakter generasi muda agar memiliki etika, sopan santun, serta sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Putri Koster juga mendorong agar WHDI Bali memperluas perannya, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga melalui kegiatan edukasi, pengajaran agama, dan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan WHDI Bali dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Hindu di Bali.

“Sinergi ini kita harapkan mampu menjadi legacy bagi organisasi dalam memajukan sumber daya manusia Hindu. Dengan ruang gerak yang berlandaskan ajaran Hindu serta tetap berpijak pada adat, dresta, dan kearifan lokal, kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” pungkas Putri Koster.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi perempuan dan lembaga kemasyarakatan dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman agama, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan kearifan lokal Bali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *