Gubernur Koster dan PLN Sepakat Percepat Infrastruktur Energi Terbarukan di Bali

Facebook
WhatsApp
Telegram

Jembrana, Bali — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali.

Penandatanganan berlangsung di sela kegiatan peninjauan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp Site Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan setelah Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program PLTS 100 GWp Site Gilimanuk. Presiden hadir didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, serta jajaran pejabat terkait.

Wayan Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan pembangunan energi baru terbarukan di Pulau Dewata.

“Mewakili Pemerintah dan masyarakat Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah meluncurkan kebijakan program PLTS 100 GWp di Provinsi Bali,” kata Koster.

Koster menyebut alokasi tahap awal program PLTS untuk Bali mencapai 1.000 GWp. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi momentum untuk mempercepat implementasi program Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang telah menjadi arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali.

Dia mengatakan konsep tersebut sebenarnya telah dirancang sejak 2019 melalui Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019. Namun, pelaksanaannya belum berjalan optimal karena pandemi COVID-19 yang berdampak terhadap berbagai sektor.

“Kebijakan ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2019 lalu, namun belum berjalan optimal karena situasi saat itu kurang kondusif akibat pandemi COVID-19,” ujar Koster.

Menurut Koster, momentum peluncuran Program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo menjadi kesempatan untuk kembali mempercepat realisasi Bali Mandiri Energi.

Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, juga akan berperan dalam mendukung penyediaan lahan, khususnya dengan mengoptimalkan lahan milik negara yang tidak produktif agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Koster menilai pengembangan energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.

“Manfaat daripada PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali,” ujarnya.

Dia mengatakan Bali sebagai destinasi wisata utama dunia membutuhkan ekosistem yang bersih dan berkelanjutan. Penggunaan energi baru terbarukan dinilai dapat mendukung citra tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor.

PLN: Bali Bergeser dari Energi Fosil ke Energi Domestik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan PLTS menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengubah sistem energi dari ketergantungan terhadap energi fosil menuju energi baru terbarukan.

Menurut Darmawan, penerapan program tersebut di Bali akan mendorong pergeseran penggunaan energi yang sebelumnya bergantung pada BBM impor menjadi energi yang bersumber dari dalam negeri.

“Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan,” kata Darmawan.

Darmawan menilai transformasi energi tersebut sejalan dengan visi Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih yang diusung Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya, ketersediaan energi hijau yang lebih bersih, andal, dan ekonomis juga akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan sektor pariwisata Bali.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, PLN dan Pemerintah Provinsi Bali sepakat memperkuat kerja sama. Darmawan menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan PLTS.

“Akselerasi ini perlu kerja sama yang erat antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi. Karena salah satu kunci dari program PLTS ini adalah penyediaan lahan,” ujar Darmawan.

Kesepakatan antara Pemprov Bali dan PLN tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan, sekaligus memperkuat fondasi Bali menuju kemandirian energi dan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *