Grand Final Mixologi Arak Bali, Semua Peserta Terbaik Tunjukkan Racikan Kreativitas Berbasis Warisan Leluhur

Facebook
WhatsApp
Telegram

Denpasar – Kreativitas para peracik minuman terbaik dari seluruh Bali berpadu dengan semangat pelestarian budaya dalam Grand Final Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar di Nirmala Hotel and Convention Center, Jalan Mahendradatta, Denpasar, pada Minggu, 14 Juni 2026, sebagai rangkaian peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026.

Sebanyak 18 peserta terbaik, yang merupakan juara pertama dan kedua hasil seleksi tingkat kabupaten/kota se-Bali, kembali bertanding untuk memperebutkan gelar terbaik di tingkat provinsi. Mereka menunjukkan kemampuan meracik minuman dengan cita rasa berkelas dunia menggunakan bahan dasar spirit lokal, yakni Arak Dewan.

Melalui sentuhan kreativitas dan perpaduan berbagai bahan pilihan, para peserta menghadirkan beragam kreasi minuman dengan karakter rasa yang unik, inovatif, dan mampu mengangkat potensi arak Bali sebagai produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi.

Acara diawali dengan laporan Koordinator Kegiatan, Ni Putu Cynthya Indraningsih. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa arak Bali bukan sekadar minuman tradisional, melainkan warisan budaya leluhur yang mencerminkan kearifan lokal dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Bali.

Menurutnya, perkembangan arak Bali saat ini tidak lepas dari perjuangan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang berhasil menghadirkan kepastian hukum bagi produk tradisional Bali melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.

Regulasi tersebut mengatur produksi, standar mutu, pengemasan, distribusi, hingga penjualan arak Bali, tuak Bali, dan brem Bali. Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 juga menetapkan arak Bali sebagai usaha legal yang terbuka untuk investasi dan dapat dikembangkan dalam skala industri.

Mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas sebagai Gubernur Bali, Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali yang juga Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya membacakan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Pembukaan acara didampingi oleh senior partai I Made Urip, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Bali.

Grand Final Mixologi Arak Bali juga mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Selain dihadiri jajaran pengurus partai, acara ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali Fraksi PDI Perjuangan, anggota DPRD kabupaten/kota Fraksi PDI Perjuangan se-Bali, serta para praktisi bar dan pelaku industri minuman yang ada di Bali.

Melalui ajang ini, Arak Bali tidak hanya diperkenalkan sebagai produk lokal berkualitas, tetapi juga menjadi simbol bagaimana warisan budaya Bali dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi. Kreativitas para peserta dalam mengolah spirit lokal menjadi sajian berkelas membuktikan bahwa arak Bali memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap produk dan budaya Bali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *