Semangat Nasionalisme Bergema pada Lomba Baca Puisi Bulan Bung Karno 2026

Facebook
WhatsApp
Telegram

Denpasar – Semangat nasionalisme, kecintaan terhadap sastra, dan penghormatan terhadap warisan pemikiran Bung Karno kembali mengemuka dalam hari kedua Lomba Baca Puisi Serangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Minggu (21/6/2026).

Pada hari kedua ini, lomba diikuti oleh peserta dari kategori mahasiswa dan umum yang merupakan perwakilan terbaik dari sembilan DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali. Sejak pagi, suasana aula dipenuhi semangat para peserta yang tampil membawakan puisi dengan penghayatan, ekspresi, dan karakter yang kuat.

Melalui lantunan puisi yang sarat makna, para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan seni baca puisi, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Penampilan demi penampilan mendapat apresiasi dari para penonton dan dewan juri yang mengikuti jalannya perlombaan dengan penuh perhatian.

Bulan Bung Karno menjadi momentum penting untuk mengenang jasa Sang Proklamator sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya kepada bangsa Indonesia. Melalui seni sastra, peserta diajak memahami lebih dekat gagasan, semangat, dan kecintaan Bung Karno terhadap Indonesia.

Dalam perlombaan ini, seluruh peserta membawakan puisi wajib “Aku Melihat Indonesia” karya Bung Karno serta satu puisi pilihan. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek vokal dan artikulasi, penjiwaan, tempo, serta gestur dan penampilan di atas panggung.

Koordinator Kegiatan, I Ketut Suryadi, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang ekspresi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda dan masyarakat untuk semakin mengenal sosok Bung Karno melalui karya-karyanya.

Menurutnya, Bung Karno tidak hanya dikenal sebagai proklamator dan negarawan besar, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki perhatian tinggi terhadap dunia sastra dan kebudayaan. Karena itu, karya-karyanya tetap relevan untuk dipelajari dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Hal menarik terjadi menjelang berakhirnya kegiatan. Saat dewan juri berpindah ke ruang rapat untuk melakukan penilaian akhir dan menentukan para juara, perhatian peserta dan undangan tertuju pada suasana hangat yang tercipta di dalam aula.

Antusias dengar Puisi Ibu Putri Koster

Di sela menunggu hasil penilaian, Ny. Putri Suastini Koster membagikan sejumlah buku karya tulisnya kepada para peserta serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali dan DPRD kabupaten/kota se-Bali yang hadir. Momen tersebut disambut antusias sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menumbuhkan minat literasi dan kecintaan terhadap dunia sastra.

Suasana semakin istimewa ketika Ny. Putri Suastini Koster tampil membacakan puisi karya Denok Kristianti berjudul Padang Karma. Dengan penuh penghayatan, penampilannya berhasil memikat perhatian peserta dan tamu undangan yang memenuhi ruangan.

Tidak mau kalah, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, S.M., turut naik ke panggung untuk membacakan puisi. Penampilan tersebut kemudian diikuti oleh Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Made Sumiati, serta beberapa anggota DPRD perempuan dari Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar yang secara bergantian membawakan puisi dengan gaya dan karakter masing-masing.

Momen spontan tersebut menghadirkan suasana yang hangat, akrab, dan penuh apresiasi terhadap sastra. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan peserta, tokoh perempuan Bali, serta para pegiat budaya dalam semangat literasi dan kecintaan terhadap karya sastra Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *