Denpasar – Ide dan inovasi luar biasa dari para siswa, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum mewarnai tahapan presentasi 10 besar Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Bali Era Baru 2025–2125. Berbagai gagasan visioner yang disampaikan menjadi bukti semangat, kreativitas, dan kepedulian generasi muda dalam merumuskan arah pembangunan Bali untuk satu abad ke depan.
Kegiatan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Bali ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan sekaligus rangkaian kegiatan menyambut Bulan Bung Karno Tahun 2026. Lomba ini mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Sejak dibuka pada 23 Maret 2026, proses pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung hingga 31 Mei 2026 dan berhasil menghimpun sebanyak 453 karya dari berbagai kalangan.
Seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat, mulai dari penilaian 200 besar, kemudian 100 besar, hingga akhirnya pada 20 Juni 2026 ditetapkan 10 karya terbaik untuk masing-masing kategori. Presentasi 10 besar kategori siswa/mahasiswa dilaksanakan pada 22 Juni 2026, sedangkan kategori umum dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.
Koordinator kegiatan, Diah Werdi Srikandi WS, dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba ini dilaksanakan sebagai wadah aktualisasi nilai-nilai pemikiran Bung Karno yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang berkepribadian dalam kebudayaan, berdaulat secara politik, dan berdikari secara ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya panitia hanya menargetkan 100 karya, namun tingginya antusiasme peserta membuat jumlah karya yang masuk melampaui ekspektasi hingga mencapai 453 karya.
Penilaian dilakukan oleh 20 dewan juri yang terdiri dari akademisi bergelar Profesor dan Doktor serta para profesional dari berbagai bidang. Menurut Diah, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan beragam rekomendasi strategis untuk pembangunan Bali ke depan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, nasionalisme, serta visi pembangunan berkelanjutan sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno.
Acara presentasi secara resmi dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali yang diwakili oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali sekaligus Ketua DPRD Provinsi Bali, I Dewa Made Mahayadnya. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lomba ini menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk menuangkan gagasan terbaik mengenai arah pembangunan Bali dalam 100 tahun ke depan.
“Bali membutuhkan pemikiran-pemikiran yang visioner, berbasis ilmu pengetahuan, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan ajaran Tri Hita Karana,” ujarnya.
Berbagai ide yang dipresentasikan peserta menunjukkan bahwa generasi muda Bali tidak hanya peduli terhadap masa depan daerahnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menawarkan solusi dan strategi pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, serta selaras dengan identitas budaya Bali.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Bali, anggota Fraksi DPRD Provinsi Bali, anggota Fraksi DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, para pembimbing tim peserta, serta undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap lahirnya gagasan-gagasan terbaik bagi masa depan Bali.
Melalui lomba ini, DPD PDI Perjuangan Bali berharap dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan visi pembangunan jangka panjang Bali, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa Bali Era Baru 2025–2125 akan dibangun oleh generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada daerah, bangsa, dan negara.