Kuningan & Anak Muda: Menjaga Cahaya Setelah Menang

Facebook
WhatsApp
Telegram

Jika Galungan adalah kemenangan, maka Kuningan adalah menjaga kemenangan itu tetap hidup.
Sundarigama menyebut Kuningan sebagai saat turunnya wara nugraha—ketenangan, kejernihan, dan kebijaksanaan.

Bagi anak muda, ini berarti menjaga pikiran tetap jernih setelah berhasil menahan diri dari tiga kala dalam batin.

1. Makna Utama Kuningan
Warna kuning = teja, cahaya kebijaksanaan.
Kuningan mengajak anak muda untuk:
membedakan ingin vs. perlu tetap tenang saat hidup berat memilih keputusan yang tidak merusak masa depan

Aji Gurnita:
Tejaning manah, ya tika ning Kuningan.
(Cahaya dalam pikiran adalah inti Kuningan.)

2. Godaan Setelah Galungan
Setelah menang, godaan muncul lagi dalam bentuk baru:

Kala Rupa: visual digital yang memalingkan fokus. “Rupa memaling idep.
Kala Bayu: emosi naik lagi setelah libur.
Purana Bali:
Bayu ngaruruhang sukerta.”
Kala Sabda/Manah: pikiran negatif ketika realita kembali.

Gamayoga:
“Pikiran tanpa penjagaan membawa gelap.”

3. Simbol Kuningan untuk Anak Muda
Tamiang = perlindungan diri (hindari hutang impulsif & distraksi).
Endongan = bawa bekal baik (ilmu, integritas, tabungan).
Kolem/Kipas = kesejukan batin.

4. Praktik Kuningan yang Relevan
Evaluasi diri 10 hari setelah Galungan.
Sundarigama: “Galang galangening idep.”
Puasa digital 2 jam.
Tutur Candrasengkala:
Indriya winarah ring tapa.”
Sembahyang untuk menata ulang arah hidup.

Penutup

Kuningan adalah konsistensi setelah menang.
Dharma Prawerti:
Teguh ring dharma, anyar ring wewaran.”

Selamat Hari Raya Kuningan
Semoga cahaya teja menjaga pikiran tetap jernih dan menuntun langkah anak muda Bali di tengah derasnya dunia digital.

Ki Kakua
Gunung siku, 26 Nop 2025
Padma Anggatra Saraswati Rsi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *