Harmoni Budaya di Kolaka Timur: Pemkab Hadiri Upacara Adat Umat Hindu dan Tolaki di Desa Wia-Wia

Facebook
WhatsApp
Telegram

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, kembali menegaskan komitmennya dalam merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Hal ini tercermin dari kehadiran Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, dalam perhelatan akbar upacara keagamaan umat Hindu di Desa Adat Udaya Giri, Desa Wia-Wia, Kecamatan Poli-Polia, Kamis (26/3/2026).

Rangkaian upacara suci yang dipusatkan di Pura Udaya Giri ini meliputi upacara Memungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini, serta Tawur Manca Sanak Agung.

Upacara Memungkah dan Ngenteg Linggih dilaksanakan sebagai ritual penyucian dan pemelaspasan pura. Sementara itu, Ngusaba Desa dan Mapahayu Nini merupakan manifestasi rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan bagi warga desa. Rangkaian ini dilengkapi dengan Tawur Manca Sanak Agung sebagai bagian dari Bhuta Yadnya untuk menetralisasi energi negatif dan menjaga keseimbangan alam semesta.

Kolaborasi Budaya Bali dan Tolaki

Satu hal yang menarik dari perhelatan ini adalah perpaduan kearifan lokal yang kental. Selain ritual keagamaan Hindu, masyarakat setempat juga menggelar tradisi Mosehe. Ritual adat suku Tolaki ini diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi dan penghormatan lintas budaya untuk bersama-sama menjaga keharmonisan serta kesucian wilayah Kolaka Timur.

“Upacara suci ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, serta komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya leluhur yang adi luhung,” ungkap Yosep Sahaka dalam sambutannya.

Menurutnya, ritual tersebut bukan sekadar wujud sraddha (keyakinan) dan bhakti umat kepada Tuhan Yang Maha Esa, melainkan juga cerminan keharmonisan hubungan antara manusia dengan pencipta, sesama manusia, serta dengan alam lingkungan sekitarnya.

Apresiasi Transmigran dan Kehadiran Pemkab Tabanan

Di hadapan ribuan krama desa, Yosep juga memaparkan data demografi wilayahnya. Berdasarkan catatan hingga akhir tahun 2025, jumlah umat Hindu di Kabupaten Kolaka Timur mencapai sekitar 12.000 jiwa yang tersebar di enam kecamatan.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat transmigran asal Bali yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya pada sektor penggerak ekonomi utama seperti pertanian dan pendidikan.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persatuan, serta menjadikan nilai-nilai adat dan keagamaan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan bernuansa pluralisme ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh berbagai elemen. Hadir langsung perwakilan dari Bali, yakni Asisten III Pemkab Tabanan I Nyoman Gede Gunawan bersama Pimpinan DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nur Cahyadi. Pemda Koltim menyambut baik kehadiran perwakilan Bali tersebut dan berharap silaturahmi serta kerja sama antardaerah dapat terus ditingkatkan.

Turut mendampingi Plt. Bupati dalam acara ini adalah jajaran anggota DPRD Provinsi Sultra dan Koltim, Forkopimda, tokoh agama dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sultra, para Ida Pandita, Jero Mangku, serta Ketua Adat Tolaki Kelurahan Poli-Polia.

Kehadiran para tokoh lintas pemerintahan, agama, dan adat ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Kolaka Timur menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kelestarian budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah yang beradab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *