BALIVRITA.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan secara intensif terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pemantauan real-time ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan pesisir.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi kurang lebih 29 detik. Meski demikian, BMKG memastikan tidak ditemukan adanya anomali pada rekaman seismograf di sekitar waktu kejadian. Hingga Sabtu, 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, aktivitas erupsi tersebut juga tidak memicu kenaikan muka air laut yang signifikan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu atau informasi hoaks yang beredar di media sosial. BMKG menginstruksikan warga agar selalu merujuk pada informasi resmi terkait aktivitas gunung api yang dirilis oleh PVMBG, Badan Geologi, melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau saluran resmi PVMBG. BMKG terus berkoordinasi secara ketat dengan pihak terkait guna mengantisipasi setiap perkembangan kondisi di lapangan.