Momentum Tumpek Uye 2026: Memuliakan Satwa dan Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Bali

Facebook
WhatsApp
Telegram

BALIVRITA.COM, TABANAN – Peringatan Rahajeng Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yang jatuh pada Saniscara Kliwon, 5 September 2026, menjadi momentum penting bagi masyarakat Bali untuk merenungkan kembali filosofi memuliakan satwa sebagai wujud kasih sayang terhadap seluruh ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perayaan Tumpek Uye bukan sekadar tradisi ritual, melainkan momentum memuliakan binatang dalam manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Rare Angon. Nilai budaya ini sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah berbasis sumber daya lokal.

Di tengah pesatnya industri kuliner dan pariwisata, kebutuhan akan protein hewani seperti daging, telur, dan susu terus meningkat. Oleh karena itu, pelestarian satwa lokal—seperti Sapi Bali—serta penerapan teknologi peternakan modern yang memperhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare) menjadi kunci utama agar Bali tidak bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Melalui sinergi antara pemerintah, desa adat, dan kelompok peternak, semangat Tumpek Kandang diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *