Narasi “Tabanan Ditinggalkan” Ditepis, Pemkab Tegaskan Sistem Penanganan Bencana Tetap Aktif

Facebook
WhatsApp
Telegram

Akhir-akhir ini, beredar narasi di media sosial yang mencoba mengaitkan agenda perjalanan luar negeri Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dengan musibah banjir yang melanda beberapa wilayah kita. Narasi tersebut seolah menggiring opini bahwa terdapat pembiaran atau ketidakpedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Sebagai wujud tanggung jawab dan transparansi publik, hal ini perlu diluruskan secara jernih agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan berbasis fakta, bukan sekadar opini yang dipelintir.
1. Empati Mendalam dan Bukti Hadirnya Sistem Pemerintahan
Pertama-tama, Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir akibat cuaca ekstrem pada awal tahun ini, termasuk kejadian memilukan di Desa Kuwum, Marga, maupun genangan yang berdampak pada warga di Kediri.
Perlu ditegaskan, Pemerintahan tidak pernah berhenti hanya karena Kepala Daerah sedang menjalankan tugas di luar wilayah. Sistem penanganan bencana kita berjalan dengan cepat dan optimal. Bapak Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama BPBD, Dinas Sosial, Camat, hingga jajaran relawan langsung turun ke lapangan untuk memastikan evakuasi, penyaluran bantuan, dan penanganan pasca-bencana berjalan dengan baik. Tidak ada kekosongan kepemimpinan. Ketidakhadiran fisik Bupati di satu titik bukan berarti negara absen; ada pembagian peran yang memastikan pelayanan publik dan perlindungan warga tetap menjadi prioritas utama.

2. Perjalanan Dinas: Kepentingan Strategis, Bukan Agenda Pribadi
Keberangkatan ke Eropa (akhir Januari) dan Australia (Februari) adalah bagian dari misi resmi diplomasi, promosi pariwisata, dan investasi daerah yang sudah diagendakan jauh hari. Ini bukan perjalanan pribadi, apalagi liburan tanpa tujuan.
Tabanan memiliki potensi besar yang harus terus diperjuangkan. Publik global mengenal Tanah Lot, namun kita juga memiliki Jatiluwih yang telah diakui dunia, pesona alam Bedugul, hingga puluhan desa wisata yang menyimpan kekayaan budaya lokal. Promosi hari ini tidak cukup hanya dengan menunggu viral di media sosial. Diperlukan langkah agresif menjemput bola, membangun kepercayaan pasar internasional, dan memastikan Tabanan punya posisi kuat di peta pariwisata global. Tanpa pergerakan seperti ini, Tabanan hanya akan jalan di tempat dan tertinggal oleh daerah lain.

3. Menepis Hoaks Pembiayaan Ilegal
Lebih jauh lagi, muncul isu liar tanpa dasar yang menyebutkan bahwa perjalanan dinas ini dibiayai oleh pihak swasta tertentu. Kami tegaskan bahwa pembiayaan operasional daerah tunduk pada regulasi yang ketat dan transparan.
Tudingan tanpa bukti adalah bentuk penghakiman opini yang sangat berbahaya. Jika memang ada pihak yang merasa memiliki data valid, kami mempersilakan agar hal tersebut disalurkan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui “bisik-bisik politik” yang sengaja disebar untuk memperkeruh suasana.

4. Bukti Nyata Pembangunan Tabanan Terus Berjalan
Narasi yang menyebutkan “daerah ditinggalkan” otomatis terbantahkan oleh capaian dan program nyata yang saat ini terus dieksekusi di Tabanan:
• Fokus Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Tabanan terus mengebut perbaikan jalan rusak yang kini persentasenya semakin mengecil. Pada tahun 2024-2025 saja, puluhan miliar dana dialokasikan khusus untuk merekonstruksi ruas-ruas jalan strategis di desa hingga irigasi pertanian.
• Program Inovasi “Bungan Desa”, Melalui program Bupati Ngantor di Desa, kepemimpinan tidak hanya berpusat di kantor, melainkan turun langsung menyerap aspirasi. Program ini terbukti menggerakkan ekonomi kerakyatan, menggali potensi agraris, dan di penghujung 2025 sukses meraih penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
• Kesejahteraan dan Kesehatan, Kerja keras menekan angka stunting di Tabanan telah membuahkan hasil membanggakan, di mana Pemkab Tabanan berhasil meraih Insentif Fiskal Nasional. Ini bukti bahwa kualitas manusia Tabanan benar-benar diperhatikan.
• Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Teruji, Pelayanan publik dan pengawasan pemerintahan berjalan sangat profesional. Ini dibuktikan dengan penguatan sistem pengaduan masyarakat terintegrasi melalui SP4N Lapor dan WBS hingga pelaporan keuangan daerah (LKPD) yang dijaga akuntabilitasnya. Bahkan, Tabanan baru saja meraih MBIZMARKET Award 2025 sebagai bukti tata kelola pengadaan barang/jasa yang digital, transparan, dan bersih.

5. Bergerak Maju Bersama Membangun Tabanan Era Baru
Membangun daerah memerlukan keseimbangan: merespons masalah secara tanggap di hari ini, sekaligus berani mengeksekusi visi untuk masa depan. Itulah kerja simultan yang sedang dilakukan—di dalam daerah masyarakat dilindungi dan dilayani, di luar daerah peluang ekonomi dijemput.

Masyarakat Tabanan cerdas dan tidak mudah diprovokasi. Rekam jejak kerja I Komang Gede Sanjaya jelas terlihat hasilnya. Daripada menghabiskan energi untuk saling mencurigai dan membangun opini sarat kepentingan politik, mari kita bersatu, bergotong royong memulihkan daerah dari dampak cuaca ekstrem, dan terus melangkah maju untuk Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *